Kaos adalah jenis pakaian yang pasti menggunakan teknik cetak sablon untuk membuatnya lebih menarik dari kaos yang lainnya. Sablon Plastisol adalah salah satu jenis sablon terbaik yang seringkali direkomendasikan untuk digunakan dalam mencetak desain kaos. Tinta solvenbase yang paling umum dipakai adalah plastisol. Oleh karena itu biasanya sablon kaos dengan tinta ini disebut dengan sablon kaos plastisol.
Dalam tinta sablon plastisol di dalamnya terbuat dari partikel PVC yang telah mendapatkan emulsi dari plastik. Itu juga yang membuat pemakaian tinta ini tidak bisa langsung mengering dengan sendirinya. Apabila dalam penyablonan dengan menggunakan tinta tersebut dan hasil pengeringannya yang tidak maksimal, maka hasil sablonan tersebut akan pecah dan mengerut ketika ditarik. Oleh sebab itu, anda perlu pengering khusus untuk tinta ini. Meskipun proses penyablonannya lebih rumit, pemakaian tinta plastisol ini karena sangat digemari oleh banyak konsumen karena hasil yang ditampilkan sangat luar biasa.

Ciri dan Karakteristik Hasil Sablon Plastisol
Pembeda kualitas sablon plastisol dan sablon lainnya tentu dapat dinilai dari ciri dan karakteristik hasil sablonnya. Kamu pun tentu penasaran dengan hal ini. Apa yang membuat sablon plastisol menjadi direkomendasikan? Bagaimana hasil sablon plastisol lebih unggul dari sablon lainnya? Semua jawaban dari pertanyaan di atas dapat kamu temukan pada bagian di bawah ini:
- Sablonnya Tahan Lama
- Warnanya Lembut dan Tidak Mencolok
- Permukaan Kaos Tetap Lembut
- Aman Dicuci dengan Sering dan Dikeringkan dengan Mesin Pengering
Alasan pemakaian jenis sablon tersebut yang banyak digemari konsumen yaitu diantaranya:
- Jenis sablon plastisol akan memberikan hasil sablonan dengan tekstur yang rapat, dan warna cerah mengkilap.
- Bila menggunakan jenis sablon plastisol, dan melakukan perawatan dengan tepat, maka sablonan ini akan awet dan bertahan lama. Akan lebih baik lagi untuk tidak dilakukan penyetrikaan di atas desain sablon. Bila ingin menyetrikanya hendaknya kaos dibalik dan memberikan alas sebelum disetrika.
- Pemakaian jenis sablon plastisol merupakan jenis sablon yang sesuai dengan standarisasi para vendor clothing di luar negeri.
- Pemakaian jenis sablon plastisol hanya digunakan oleh beberapa vendor tertentu saja sehingga menjadi lebih ekslusif .
Perbedaan sablon Water Base VS Sablon Plastisol
CAT RUBBER ( Water Base ) : Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan.
Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.
CAT PLASTISOL ( Solvent Base ) : Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.
DUGAAN PERBEDAAN :
1. BIAYA PRODUKSI KAOS LEBIH MAHAL PLASTISOL
2. KUALITAS LEBIH MANTAP PLASTISOL
3. PLASTISOL AWET DAN TAHAN LAMA
4. PLASTISOL TIDAK BISA DI SETRIKA
Pada dasarnya tinta sablon ada dua jenis, yakni tinta dengan bahan dasar air atau yang disebut dengan waterbase dan tinta yang berbahan dasar minyak atau solvenbase. Bila anda ingin membuat sablonan yang awet dan tahan lama, mengetahui jenis-jenis tinta yang digunakan sangat diperlukan.
Yang termasuk dalam sablon tinta waterbase antara lain sablon pigment dan rubber. Perbedaan antar apenggunaan tinta sablon waterbase dan solvenbase terutama pada hasil penyabolonannya. Hasil sablon tinta waterbase biasanya solid, menempel pada permukaan kaos dan permukaannya tidak lengket, warnanya cenderung lebih doft dibandingkan tinta solvenbase. Sedangkan untuk hasil sablon tinta solvenbase permukaannya berkilap atau glossy.
Perbedaan lainnya dalah pada proses pengeringan sablon. Untukn tinta waterbase dalam melakukan pengeringan, hanya perlu dianginkan saja, bisa juga dengan menggunakan kipas angin atau hairdryer. Namun, bila anda menggunakan tinta dengan bahan dasar minyak atau solvenbase, maka pengeringannya harus menggunakan alat pengering khusus atau dryer yang bisa mencapai suhu 160 derajat celcius. Tinta dengan bahan dasar minyak tidak dapat secara langsung mengering dengan sempurna meskipun anda sudah mengangin-anginkan selama berhari-hari. Hal ini dikarenakan tinta ini tidak bisa larut di dalam air, karena bahan dasarnya yang terbuat dari minyak itu tadi.
Rubber
Karakter tinta sablon ini meresap ke dalam serat kain, hasil sablon terasa lebih lembut di bandingkan dengan tinta sablon berbasis minyak, tinta sablon ini sangat baik mencetak warna gelap untuk kain yang warnanya lebih lembut dan ketahanan terhadap kain bisa tahan lama. Selain itu untuk mendapatkan hasil sablon yang baik, merek atau jenis tinta rubber sangat mendukung hasilnya dan kualitas sablon. Berikut adalah jenis-jenis tinta rubber:
Rubber white
Biasa di gunakan untuk menyablon di kain berwarna gelap, karena tinta sablon ini kental sehingga bisa menutup permukaan kain secara merata. Karena itu tinta ini sering di jadikan sebagai underbase (dasaran) dijadikan sebagai penutup warna kain, sebelum menyablon warna-warna yang inginkan. Rubber white juga bisa di fungsikan untuk mencari warna-warna muda.
Rubber Mat ( Netral)
Rubber ini netral antara kental dan transparannya seimbang, rubber netral ini baik dalam mencari warna-warna tua. Untuk proses penyablonan tinta ini di kain warna gelap, maka sebaiknya bikin underbase rubber white terlebih dahulu, agar hasil sablon lebih maksimal.
Rubber Transparan
Karena tinta ini berkarakter transparan tinta sablon ini baik dalam proses penyablonan sparasi ( 4 warna ) CMYK. Untuk di baju warna yang lebih tua sebaiknya di beri underbase rubber white terlebih dahulu. Rubber transparan ini juga biasa di gunakan untuk penambahan campuran dengan posfor, untuk melakukan penyablonan Glow in The Dark.