Sejarawan tidak yakin kapan tepatnya sablon ditemukan. Proses dasar terlihat dalam karya penduduk asli Pulau Polinesia awal, yang memotong desain menjadi daun pisang. Mereka kemudian memaksa pewarna (tinta) melalui lubang daun. Lalu meninggalkan gambar desain potongan mereka pada kain kulit kayu, atau “tapa.” Mungkin mereka telah mendapatkan ide ini dari menonton serangga yang memakan lubang melalui daun dan kemudian melihat hujan mengalir melalui lubang. Ini adalah proses dasar dari sablon. Artinya, memaksa tinta melalui lubang berpori di stensil. Sablon cetak adalah cara tertua dari pencetakan pakaian, dengan riwayatnya akan kembali sejauh dunia kuno. Pada awal 2500 SM, orang Mesir kuno sudah mempraktikkan seni cetak atau stensil, dan praktik itu kemudian menyebar ke Yunani dan Cina, di mana sutra digunakan untuk sebagai layar atau screen. Mineral berwarna-warni, buah beri, akar-akaran, dan pewarna alami lainnya yang digunakan sebagai tinta.
Screen Printing

Metode sablon printing pada kaos ini biasa disebut sablon manual karena masih menggunakan tenaga manusia. Proses penyablonan menggunakan alat yang disebut screen. Screen yang sudah terdesain diletakkan pada permukaan kain panel kaos atau yang sudah berupa kaos jadi atau disebut garmen. Lalu screen dituangi tinta, kemudian tinta disapu menggunakan alat yang disebut rakel yang terbuat dari karet, sehingga tinta tersebut akan meresap dan menyatu dengan bahan kaos. Cara ini cocok untuk penggunaan jangka panjang. Menghasilkan cetakan yang cerah dan berkualitas tinggi, dan hasil cetakan tahan lama bahkan dalam mesin cuci. Serta hasilnya terasa lembut. Namun ini akan memakan waktu dan energy jika menggunakan banyak warna. Selain itu ini lebih cocok untuk produksi partai besar.
Dye Sublimation

Metode sablon printing dengan cara ini menggunakan kertas yang sudah didesain. Lalu kertas diletakkan pada kain panel atau pada baju jadi yg disebut garmen. Lalu dipress dengan suhu panas. Teknik ini berpengaruh pada kualitas tinta yang menempel pada kain. Kekuatan mesin heat press pun juga ikut berpengaruh. Teknik ini lebih cepat pengerjaannya dan proses pengeringannya lebih cepat setelah dipress.
Direct To Garment

(DTG): Teknik sablon ini menggunakan mesin berbasis digital yang disebut mesin DTG. Prosesnya menggunakan kertas khusus yang diberi desain, lalu langkah berikutnya dipresskan pada kain. Alat ini menggunakan tinta kimia yang berbasis air yang secara langsung diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke kain yang sudah berupa kaos jadi (garmen) melalui proses pre-treatment dan diakhiri heatpress. Hasilnya sangat bagus karena hasil cetak merata dan jelas serta memiliki ketajaman warna tinta yang sangat tinggi karena tinta meresap sempurna pada kain. Tidak mudah luntur meskipun beberapa kali dicuci.
Heat Transfer
Metode pencetakan secara digital dimana bahan yang sudah terdesain diterapkan pada kertas atau bahan lainnya, lalu dengan cara melelehkan lapisan tinta dengan menggunakan mesin pemanas atau biasa disebut mesin press. Cara ini lebih banyak digunakan di dunia percetakan karena berkualitas tinggi.
Vinyl Cutting

Biasa disebut mesin cutting vinil merupakan mesin terbaik untuk digunakan jika ingin membuat simbol atau bentuk tertentu sesuai yang diinginkan. Dapat mendesain bentuk, huruf, atau simbol yang dipotong pada program perangkat lunak seperti Adobe photoshop atau Corel Draw dan mengarahkannya dengan perintah komputer ke mesin pemotong. Kemudian akan mengikuti jalur vektor yang ada pada desain dan dengan lancar memotong karya seni berbasis vektor. Pemotong vinil mampu memotong sesuai dengan permintaan yang panjang seperti spanduk dan papan iklan karena bahan dari vinil diproduksi dalam gulungan. Masalah yang dimiliki pemotong Vinyl adalah alat ini hanya dapat memotong bentuk atau huruf pada Vinyl berwarna kuat. Jika ingin merancang proyek dengan banyak warna, pemotong vinyl harus memotong setiap warna satu demi satu dan kemudian ditempatkan di atas yang lain sebelum menempelkannya di atas media. Hasil desain ini tahan lama dan kokoh tidak pudar.


